Dadali: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya untuk mendorong peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. Tidak seperti bahan bakar fosil yang suatu saat akan habis, energi terbarukan hakikatnya tidak akan habis dan bisa diisi ulang kembali.
Salah satu upaya pemerintah dalam merealisasikan hal itu, yakni melalui proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pembangunan sudah mulai dilakukan sejak kemarin. PLTS terapung ini merupakan yang pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara.
“Keberadaan PLTS terapung ini akan menekan angka pengangguran di Purwakarta. Saya mencatat janji dan pernyataan CEO perusahaan dan sudah mengomunikasikannya dengan camat Tegalwaru serta Maniis,” kata Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, seperti dilansir dari Mediaindonesia.com.
PLTS terapung itu dibangun oleh salah satu anak perusahaan PT PLN, yaitu PT Pembangkit Jawa Bali Investasi. Dalam proyek ini, mereka juga menggandeng Masdar, perusahaan asal Uni Emirat Arab dan PSME.
PLTS terapung Cirata diproyeksikan dapat menghasilkan daya sebesar 145 mega watt peak (Mwp). Proyek itu meraup investasi sebesar 18,8 miliar US Dollar. Area yang digunakan PLTS tersebut mencapai 249,02 hektare. Dengan rincian area di tengah waduk sebesar 240 hektare dan di luar waduk 9,02 hektare.
Saat ini, PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara berada di Filipina dengan kapasitas daya 132,5 mega watt peak (Mwp). Jika PLTS terapung Cirata selesai dibangun, maka akan menjadi yang terbesar menyalip Filipina.
Wah, keren sekali ya! Semoga ini menjadi perawalan yang baik bagi pemerintah untuk ke depannya membangun proyek serupa di daerah lainnya..
(SYI)