Bandung: Sebanyak 661 kasus flu burung terdeteksi di Indonesia hingga Jumat, 10 Maret 2023. Kota Cirebon dan Cimahi menjadi dua daerah penyumbang kasus terbanyak. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Supriyanto.
Ia mengatakan angka tersebut meningkat dibandingkan pekan lalu yang jumlahnya 549 kasus. "Rinciannya ayam menjadi 540 ekor, itik menjadi 121 ekor. Jadi total 661 (kasus flu burung di Jabar)," ujar Supriyanto dikutip dari Medcom, Jumat, 10 Februari 2023.
Supriyanto meminta setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat langsung melakukan pengambilan sampel unggas yang mati mendadak. Hewan ternak lainnya pun harus dipisahkan guna mengantisipasi penyebaran flu burung.
"Temen-temen (DKPP Kabupaten kota) langsung melakukan penelusuran kasus dan pengambilan sampel dan dikirim ke Balai Veteriner di Subang," sahutnya.
Peternak unggas juga diharapkan dapat proaktif dalam mencegah meluasnya virus flu burung. Mulai dari membersihkan kandang hingga penyemprotan disinfektan di lokasi yang terdapat hewan unggas mati mendadak.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium. "Untuk diagnosa penyebab pada kasus baru kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Lab BVet (Laboratorium Balai Veteriner) di Subang," ungkap Supriyanto.
(UWA)