Mengenal Kiai Abbas, Kiai Sakti Asal Cirebon yang Jadi Kandidat Pahlawan Nasional

Gus Muhammad (cucu Kiai Abbas) berfoto disamping foto Kiai Abbas. Gus Muhammad (cucu Kiai Abbas) berfoto disamping foto Kiai Abbas.

Bagi kalangan santri terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama, nama Kiai Abbas Abdul Jamil sudah tidak asing lagi didengar. Pasalnya, Kiai Abbas yang juga merupakan salah satu pengasuh Pondok Buntet Pesantren ini merupakan tokoh utama dalam perang 10 November di Surabaya pada 1945.

Saat itu, Kiai Abbas didaulat oleh Kiai Hasyim Asy'ari untuk menjadi komandan peristiwa yang saat ini diabadikan sebagai Hari Pahlawan.Semenjak itu, berbagai cerita dan literatur banyak menceritakan kesaktian Kiai Abbas saat menghadapi tentara sekutu di Surabaya. 

Di antaranya adalah menghancurkan pesawat dengan menggunakan sorban, tasbih, dan kacang hijau. Hingga bisa memimpin peperangan di lokasi yang berbeda dalam satu waktu.

"Yang saya dengar begitu, Mbah Abbas menghancurkan pesawat hanya dengan kibasan sorban dan lemparan kacang hijau," ujar Gus Muhammad, cucu dari Kiai Abbas, pada Kamis, 10 November 2022, dikutip dalam laman Medcom.Id, pada Kamis, 10 November 2022.

Gus Muhammad menceritakan bahwa saat hendak melaksanakan perang, kakeknya berangkat menggunakan kereta api dan melakukan transit di Rembang, Jawa Tengah. Dari Rembang, Kiai Abbas kemudian bergerak menuju ke Surabaya bersama sejumlah kiai dan santri lainnya dari beberapa wilayah di Jawa.

"Saat berangkat, para santri Buntet ikut mengantar ke Stasiun. Bahkan ada syair khusus untuk mengantar Kiai Abbas ke Surabaya," kata Muhammad.

Menurut Muhammad, bukan kakeknya saja yang terlibat dalam peperangan pada 10 November. Ada sejumlah kiai lainnya dari Cirebon dan luar Cirebon.

Namun, nama kakeknya sering disebut dalam sejarah perang 10 November. Hal ini dikarenakan dirinya diberikan mandat oleh Kiai Hasyim Asyari yang merupakan gurunya untuk memimpin perang 10 November.

Saat itu, Bung Tomo meminta izin kepada Kiai Hasyim untuk bisa memulai penyerangan. Namun, pendiri NU itu meminta Bung Tomo untuk menunggu terlebih dahulu Singa dari Jawa Barat.

"Yang dimaksud adalah Kiai Abbas," tambah Muhammad.

Sekarang, Kiai Abbas Abdul Jamil salah satu kiai yang diusulkan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Pengusulan tersebut diinisiasi oleh DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca Juga: Pemprov Jabar Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Mochtar Kusumaatmadja



(UWA)