Menurut penelitian, puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol, mengontrol diabetes, dan menurunkan berat badan. Namun, bagaimana dengan orang yang memiliki riwayat tekanan darah rendah?
Hipotensi atau tekanan darah rendah ditandai dengan kondisi ketika tekanan darah pada tubuh kurang dari 90/60 mmHg. Tekanan darah rendah pun menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi saat menjalankan ibadah puasa.
Pada saat berpuasa, tubuh harus menyesuaikan pola dan jam makan yang berbeda dari biasanya. Orang yang menjalani puasa hanya mengonsumsi makanan pada saat sahur dan buka puasa. Akibatnya, tekanan darah mudah turun dan tubuh menjadi lemas.
Meskipun demikian, pada dasarnya penderita darah rendah masih dapat menjalani puasa asalkan kondisi kesehatannya stabil. Namun, apa saja sih hal yang harus diperhatikan agar kondisi tubuh tetap fit? Melansir dari Medcom, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan agar tekanan darah tetap stabil saat puasa:
1. Cek kesehatan sebelum puasa
Apabila mempunyai darah rendah, sebaiknya kamu melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Pastikan kamu sehat dan aman untuk menjalani puasa.
2. Sahur dan berbuka tepat waktu
Bagi penderita darah rendah sebaiknya tidak menunda-nunda waktu sahur dan berbuka puasa. Karena selama puasa, tubuh memerlukan energi yang cukup untuk beraktivitas seharian.
3. Banyak minum air putih
Cairan dalam tubuh yang cukup bisa membantu mencegah tekanan darah rendah saat puasa. Oleh karena itu, pastikan asupan cairan pada tubuh tercukupi. Pada dasarnya, orang dewasa memerlukan sekitar dua liter sehari, atau setidaknya 8 gelas sehari.
4. Istirahat yang cukup
Menurut penelitian, orang yang kurang tidur rentan terjadi darah rendah. Oleh karena itu, usahakan istirahat yang cukup pada malam hari ini. Hindari juga gerakan yang bersifat mendadak. Seperti terlalu cepat berdiri setelah duduk atau bangun tidur. Kebiasaan ini bisa mengakibatkan kepala pusing.
5. Perhatikan menu makanan
Konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat dan biji-bijian, seperti beras, roti gandum, sereal, dan pasta. Makanan jenis ini akan diserap lebih lama oleh sistem pencernaan sehingga membantu meningkatkan tekanan darah.
Selain itu, ada pula jenis makanan yang bisa membantu menaikkan tekanan darah selama berpuasa. Seperti, kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kacang polong, kacang merah, sayuran, dan buah-buahan. Sebaiknya, batasi juga asupan garam dalam makanan.
6. Rutin berolahraga
Olahraga secara rutin terbukti bisa menurunkan kadar hormon stres dalam darah. Akibatnya, aliran darah dalam tubuh menjadi lebih lancar dan meningkat. Kamu dapat memilih olahraga ringan selama puasa, seperti jalan santai atau jogging di pagi atau sore hari.
(UWA)