Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Bogor Iwan Setiawan menetapkan status siaga gangguan gangster atau bandit bermotor dan bersenjata tajam yang semakin marak berkeliaran. Iwan menginstruksikan camat di 40 kecamatan memperketat keamanan wilayah.
"Kita prihatin ya dengan adanya aksi gangster dan potensi tawuran yang terjadi belakangan ini. Untuk itu saya minta camat memperketat kemanan di wilayah sebagai bentuk antisipasi," kata Iwan, dilansir dari Medcom.id, Rabu, 5 Oktober 2022.
Para camat diminta bekerja sama dengan TNI-Polri untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satunya dengan melaksanakan patroli di lokasi dan jam-jam rawan secara rutin.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk memperhatikan anaknya agar tidak menjadi korban gangster apalagi terlibat dalam kelompok itu. Menurutnya, peran orang tua sangat penting untuk mengarahkan anaknya agar tidak terjun ke dalam kegiatan negatif.
"Peran orang tua juga sangat penting sebagai lingkup paling dekat dengan anak. Kita berharap pengawasan dari rumah juga lebih maksimal. Jangan sampai ada anak-anak kita yang menjadi korban, apalagi terlibat gangster atau tawuran. Mari kita jaga anak-anak kita," tutur Iwan.
Sementara Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan pihaknya terus melakukan patroli untuk memburu para gangster yang meresahkan masyarakat. Pada Minggu, 2 Oktober lalu, Polres Bogor melakukan patroli skala besar pada lokasi dan jam rawan.
Patroli itu dipimpin langsung oleh Iman. Hingga saat ini pihaknya sudah menangkap lima remaja yang melakukan penganiayaan terhadap seorang remaja di Parung.
Selain patroli langsung, pihak kepolisian juga melakukan patroli siber untuk memburu ketua gangster atau admin yang mengunggah konten-konten di media sosial (medsos) yang meresahkan masyarakat Kabupaten Bogor.
BACA: Lakukan Pemetaan, Polisi Catat 30 Gangster
(SUR)