Pemkab Garut Anggarkan Rp2,5 Miliar untuk Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi meninjau rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis  Foto: ANTARA/Feri Purnama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi meninjau rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis Foto: ANTARA/Feri Purnama

Garut: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat mengalokasikan biaya tak terduga (BTT) untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa Sesar Garsela di Kecamatan Samarang dan Pasirwangi, Jawa Barat. Total biaya bantuan yang digelontorkan Rp2,5 miliar.

"Sekitar Rp2,5 miliar kurang lebih untuk 511 rumah yang terdampak di dua kecamatan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Satria Budi, dikutip dari AntaraNews.com, Senin, 6 Maret 2023.

Budi menuturkan anggaran yang diajukan sebesar Rp2,5 miliar itu bersumber dari BTT pergeseran. Selanjutnya pengelolaan anggaran oleh Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Garut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Perumahan Rakyat Garut.

Nantinya, warga yang menerima ganti rugi tersebut nominalnya berbeda-beda. Hal ini dilihat dari tingkat kerusakan rumahnya yakni rusak ringan, sedang, dan berat yang secara teknis diatur oleh dinas terkait.

"Insyaallah mereka diperhatikan. Untuk besaran bantuan beda-beda mendapatkannya, karena ada yang ringan, sedang, dan berat, itu nanti di teknis," kata Budi.

Tak hanya rumah warga. Upaya penanggulangan daerah yang terdampak gempa bumi pada 1 Februari 2023 itu juga memperbaiki infrastruktur publik. Seperti sekolah dan masjid.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Garut dan menyebabkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Pasirwangi dan Samarang, Rabu, 1 Februari 2023, lalu. Beruntung bencana itu hanya menyebabkan kerugian materi, dan tidak ada korban jiwa.



(FPR)