200 Warga Korban Gempa di Cianjur Segera Tempati Rumah Relokasi

Juru Bicara Penanganan Gempa Cianjur, Jawa Barat, Budhi Rahayu Toyib. (ANTARA/Ahmad Fikri) Juru Bicara Penanganan Gempa Cianjur, Jawa Barat, Budhi Rahayu Toyib. (ANTARA/Ahmad Fikri)

Cianjur: Sebanyak dua ratus warga korban gempa Cianjur, Jawa Barat, yang mengajukan relokasi dari empat desa terdampak segera menempati rumah relokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Relokasi dilakukan setelah Surat Keputusan Bupati Cianjur terbit.


Juru bicara penanganan Gempa Cianjur, Budhi Rahayu Toyib, mengatakan pembangunan 200 unit rumah relokasi di Desa Sirnagalih sudah tuntas dilakukan. Penyerahan kunci ke tangan pemilik warga terdampak gempa akan dilakukan langsung Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Dilansir Antaranews.com, lahan relokasi di Kecamatan Mande saat ini masih dalam proses pembangunan. Terdapat 90 unit yang sudah selesai dibangun dari target 151 unit rumah yang dibutuhkan. 


Menurut Budhi, rencananya akan dibangun sebanyak 150 unit tambahan di Kecamatan Pacet untuk memenuhi kebutuhan 496 unit rumah warga relokasi. Namun, proses lahan di lokasi tersebut masih dalam tahap negosiasi dengan pengelola Hak Guna Usaha (HGU) eks Perkebunan Batulawang. Kelayakan lahan itu juga masih menunggu hasil penelitian kelayakan dari BNPB.

"Untuk lahan di Mande ditargetkan tuntas sebelum bulan puasa, sehingga dapat dihuni warga korban gempa yang sudah siap direlokasi. Kalau yang di Kecamatan Pacet mungkin masih lama, namun diupayakan proses negosiasi tuntas akhir bulan," katanya.

Sebelumnya, Budhi mengonfirmasi bahwa calon pemilik rumah relokasi merupakan warga korban gempa yang tinggal di zona merah patahan Cugenang. Saat menempati rumah relokasi, mereka cukup melihat nomor urut yang sesuai dengan nomor rumah.



(SUR)