Polisi Telusuri Kerusakan Bunga Rawa Edelweiss yang Disebabkan Kegiatan Motor Trail di Ranca Upas

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi) Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Bandung: Bunga Rawa Edelweiss, salah satu jenis tanaman langka di kawasan wisata Kampung Cai Ranca Upas dilaporkan rusak. Kerusakan itu disebabkan kegiatan motor trail yang diadakan pada Minggu, 5 Maret 2023. Polresta Bandung pun tengah menyelidiki kasus tersebut.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, mengatakan pihaknya telah memeriksa enam saksi yang berkaitan dengan kegiatan motor trail kemarin. Enam saksi yang diperiksa terdiri dari panitia acara, pihak pengelola kawasan wisata, hingga warga sekitar.

"Kami telah melakukan penyelidikan kepada saksi-saksi walaupun belum ada pihak korban yang melaporkan berkaitan dengan kerusakan hal tersebut dan hari ini kami sudah meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melihat ke lokasi," kata Kusworo dikutip dari Antaranews, Jumat, 10 Maret 2023.

Kusworo menegaskan pihaknya tidak pernah memberi izin terhadap kegiatan yang bisa memicu kerusakan lingkungan. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Lingkungan Kabupaten Bandung guna mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi.

"Sejauh ini belum ada tersangka, kita lihat (hasil) dari DLH nanti," ungkapnya.

Selain itu, polisi juga tengah menyelidiki terkait adanya pencatutan logo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam kegiatan tersebut.

"Pencantuman logo beberapa instansi di dalam baliho atau banner tersebut di mana kami dapat info bahwa pencantuman logo dilakukan tanpa izin," tuturnya.

Sebelumnya, beredar video berdurasi empat menit yang memperlihatkan seorang pria murka karena sebagian lahan di kawasan Ranca Upas, Kabupaten Bandung, rusak. Kerusakan yang disebabkan kegiatan motor trail tersebut juga mengakibatkan tanaman Bunga Rawa Edelweiss (syngonanthus flavidulus) rusak.

Pria yang dikenal dengan Uprit itu menyebut bunga tersebut cukup langka. Karena hanya ada di dua lokasi di Jawa Barat.



(UWA)