Perlukah Menceritakan Masa Kelam Kepada Pasangan? Simak Penjelasannya dalam Islam

Ilustrasi Suami Istri/Pexels Ilustrasi Suami Istri/Pexels

Dadali: Masih banyak muslim yang belum mengetahui mengenai hukum menceritakan masa lalu yang kelam kepada pasangan. Walaupun bertujuan untuk saling jujur dan terbuka, namun dalam ajaran Islam menyatakan hal buka-bukaan maksiat tidak boleh dilakukan.

Dihimpun dari berbagai sumber, hal ini dikarenakan dalam Islam orang yang pernah melakukan perbuatan maksiat diwajibkan untuk menutupinya dan tidak menceritakan kepada siapapun, baik kepada istri maupun suami.

Sebuah hadis terkait hal ini tertuang sebagai berikut:

"Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha)

Bahkan Nabi Muhammad SAW melarang keras umatnya untuk menceritakan perbuatan maksiat yang pernah dia lakukan dalam kondisi sendirian. Menceritakan maksiat bisa menjadi sebab, Allah tidak memaafkan kesalahannya.

Baca juga: Yuk, Intip Mitos Unik di Indonesia yang Bisa Bikin Tepuk Jidat

Selain itu, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang terang-terangan melakukan maksiat. Termasuk bentuk terang-terangan maksiat, seseorang melakukan maksiat di malam hari, Allah tutupi sehingga tidak ada yang tahu, namun di pagi hari dia bercerita. Malam hari Allah tutupi kemaksiatannya, pagi harinya dia singkap tabir Allah yang menutupi maksiatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah hukum dalam ajaran Islam mengenai bercerita masa lalu yang kelam. Dengan begitu, sangat dilarang untuk menceritakan masa lalu pada orang lain, termasuk pada istri atau suami, hal ini merupakan perbuatan terlarang dalam Islam. Semoga bermanfaat.



(NAI)