Klaster Sekolah dan Takziah Jadi Penyebab Kasus Covid-19 Naik di 126 Wilayah

 Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: BPMI Setwapres Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: BPMI Setwapres Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: BPMI Setwapres Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: BPMI Setwapres

Dadali: Sebanyak 126 kabupaten/kota mengalami peningkatan kasus covid-19. Mayoritas penularan virus korona itu disebabkan klaster sekolah dan takziah atau melayat kerabat yang meninggal.
 
"Kita sudah melakukan pendalaman, sebagian besar kenaikannya disebabkan karena adanya kasus positif di sekolah dan takziah," kata Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, dilansir Medcom.id, Selasa, 16 November 2021.
 
Budi mengatakan ada daerah yang jumlah penderita covid-19 naik selama tiga minggu berturut-turut. Terkait klaster sekolah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggandeng Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
 
Kemendikbud Ristek diharapkan dapat meningkatkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. Konsolidasi dengan Mendikbud Nadiem Makarim akan segera dilakukan.

Baca juga: Epidemiolog: Sinyal Gelombang Ketiga Covid-19 Belum Terlihat
 
"Rencananya minggu-minggu ini sudah bisa diselesaikan bagaimana bisa tatap muka tapi dengan surveilans yang aktif dan proaktif," ujar Menkes.
 
Budi juga mengingatkan kembali potensi melonjaknya kasus covid-19 menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Masyarakat diminta berhati-hati meski tren kasus di banyak wilayah menurun.
 
Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam rapat terbatas meminta kepada jajarannya mengawasi ketat sekolah. Hal itu untuk mencegah penyebaran covid-19 saat pembelajaran tatap muka.



(NAI)

Berita Terkait