Bandung: Untuk menanggulangi wabah difteri yang baru terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat melangsungkan Outbreak Response immunization (ORI), Rabu, 1 Maret 2023.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rochady, ORI baru diselenggarakan di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut yang terjadi wabah difteri.
"Jadi baru kita lakukan di Kabupaten Garut, khususnya di Kecamatan Pangatikan yang sudah positif, sementara enam daerah lainnya masih dilakukan pemeriksaan sampling di laboratorium," kata Rochady di Kota Bandung, Selasa, 28 Februari 2023, dikutip dari Antaranews.com
Lebih dari 11 ribu jiwa dari semua usia menjadi sasaran ORI di Kecamatan Pangatikan. Terdiri dari usia 0 hingga 11 bulan, bayi dibawah dua tahun, anak usia sekolah kelas, 1,2, dan kela 5. tambahnya.
"Namun kita kemarin menghadapi kendala cuaca hujan besar, jadi target 1.800 di kecamatan itu baru 800 sasaran yang diimunisasi. Maka dalam seminggu ini kita akan kejar ORI di Kecamatan Pangatikan" ujarnya.
Menurut Rochady, selain meningkatkan imunitas tubuh, imunisasi ORI ini juga dapat mengisolasi penyebaran penyakit agar tidak meluas ke tempat lain.
"Selain itu penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan karena cara penyebaran difteri ini mirip dengan COVID-19 melalui droplet, pemakaian alat makan dan alat-alat lain secara bersamaan," terangnya.
Rochady menerangkan, Jawa Barat sejauh ini tidak menetapkan kasus difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). KLB baru dinyatakan di Kabupaten Garut saja.
Ketua Tim Surveilans Dinkes Jabar Dewi Ambarwati mengatakan, beberapa warga belum menyadari penyakit difteri. Sehingga lalai dalam penanganan awal.
"Gejala-gejalanya demam dan sakit menelan. Kemudian kalau dilihat di pangkal tenggorokannya ada selaput putih. Nah itu harus segera ditangani karena kalau terlambat, racun dari difteri itu bisa sampai ke jantung, dan itulah yang menyebabkan kematian," katanya.
Untuk enam daerah lain yang terdapat suspek difteri, Dewi menjelaskan, Dinkes Jabar juga melakukan penanganan dengan memberikan Anti Difteri Serum (ADS), pelacakan kontak erat, dan pengambilan sampel dari suspek.
Enam daerah itu adalah Cianjur, Tasikmalaya, Indramayu, Karawang, Bandung Barat, Kota Bogor, dan Sukabumi.
"Sudah kita lakukan treatment di enam daerah tersebut, tinggal menunggu hasil laboratoriumnya," katanya.
Dewi juga menyampaikan, direncanakan istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya Ridwan Kamil akan berkunjung ke Garut hari Rabu, 1 Maret 2023, guna menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga pasien meninggal dan kampanye pentingnya vaksinasi.
(FPR)
Cegah Wabah Difteri, Dinkes Jabar Lakukan Imunisasi
Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) menyuntikkan vaksin DPT (Difteri, Tetanus dan Pertusis) anti penyakit difteri kepada siswa SMAN 1 Ciamis, Jawa Barat, Senin (2/4). Dinas Kesehatan Provinsi Jabar menyasar 3.629.178 warga usia 1-19 tahun untuk mencegah wab