Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mempersiapkan tenda sekolah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa korban gempa. Tenda dipersiapkan sebagai pengganti ruang kelas di sekolah yang mengalami rusak berat atau ambruk.
"Konsep kita sampai tanggal 10 Desember masih tanggap darurat tahap kedua, dengan pola pemasangan tenda dan kegiatan trauma healing untuk guru dan siswa. Setelah tanggal 10 Desember seluruh perangkat untuk proses belajar mengajar sudah dinyatakan siap untuk digelar," kata Kadisdikpora Cianjur, Akib Ibrahim dikutip dari Antara, Rabu, 7 Desember 2022.
Namun, Akib mengatakan untuk sekolah yang tidak terdampak sudah dapat menggelar proses belajar mengajar tatap muka. Bahkan beberapa sekolah menggelar proses belajar mengajar tatap muka, bahkan beberapa sekolah di wilayah yang tidak terdampak parah sudah menggelar proses belajar mengajar normal sejak Senin, 5 desember 2022.
Akib mengatakan hingga pekan keempat pihaknya masih memfokuskan pemulihan mental untuk guru dan siswa. Hal itu dilakukan agar para siswa dapat menjalani proses belajar mengajar tanpa trauma akan gempa.
Gempa berkekuatan 5.6 magnitudo yang mengguncang Cianjur Senin, 21 November 2022 lalu dilaporkan menyebabkan 540 bangunan sekolah rusak. Sebagian besar bangunan rusak merupakan SD dan SMP.
Baca Juga: 11 Desa di Cianjur Bakal Direlokasi Karena Berada Dekat Pusat Gempa
(UWA)