Pemprov Jabar Terapkan '3 Cepat' Cegah Penularan Flu Burung

Illustasi: Antaranews.com Illustasi: Antaranews.com

Bandung: Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat menerapkan prinsip "3 Cepat" untuk mencegah penularan virus flu burung varian baru pada unggas. SOP ini wajib dijalankan jajaran petugas kesehatan hewan.

“Segera merespons laporan masyarakat dengan prinsip '3 Cepat', Deteksi Cepat, Lapor Cepat, dan Respons Cepat, sesuai SOP pengendalian flu burung," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soedjayana, dikutip dari Antaranews.com, Rabu, 1 Maret 2023.

Pemerintah akan menggiatkan penyuluhan kepada masyarakat dan peternak. Peternak dan masyarakat diharapkan segera melapor ke petugas bila menemukan unggas yang sakit atau mati mendadak.

Peternak unggas diharap juga menerapkan tindakan biosekuriti. Untuk ini, instansi terkait akan meningkatkan pembinaan dan pendampingan agar pengetahuan peternak seputar biosekuriti mumpuni.

"Peternakan unggas komersial skala kecil dan menengah menerapkan Biosekuriti 3 Zona sebagai model percontohan biosekuriti sederhana, hemat, praktis, dan efektif," kata Arifin.

Para peternak unggas akan didampingi melakukan Vaksinasi Avian Influenza (AI) 3 Tepat, yakni tepat vaksin, tepat program ulangan, dan tepat teknik vaksinasi.

Arifin menjelaskan vaksinasi AI pada itik dianjurkan menggunakan vaksin Subtipe H5N1 clade 2.3.2. Sementara itu, vaksinasi ayam petelur dianjurkan menggunakan vaksin AI clade 2.1.3 atau clade 2.3.2 atau vaksin kombinasi clade2.1.3 dan clade 2.3.2 produksi nasional.

Masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk memutus rantai penyebaran virus flu burung. Caranya, menggunakan masker saat menangani unggas, baik hidup maupun mati. Ditambah mencuci tangan dan kaki menggunakan air serta sabun.

Arifin menganjurkan peternak menggunakan anak ayam dari peternakan yang telah memiliki sertifikat bebas flu burung. Saat ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mencegah penularan virus flu burung, khususnya pada manusia.



(SUR)