Tiga Pilar di Bandung Siap Tangkal Radikalisme

Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi S, Kasdim Kodim 0816 BS Letkol Momon, dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi S, Kasdim Kodim 0816 BS Letkol Momon, dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana
Bandung: Wilayah Kota Bandung termasuk daerah rawan radikalisme, oleh karenanya Pemerintah Kota Bandung, kepolisian dan TNI terus berupaya menekan dan mencegah penyebaran paham radikalisme.

"Bandung cukup rawan radikalisme kemarin mungkin ada sedikit informasi bahwa Bandung daerah yang terpapar radikalismenya cukup banyak," kata Wakil Kepala Polrestabes Bandung AKBP Dedi S di Markas Polrestabes Bandung, Kamis, 28 November 2019.

Dedi mengatakan, penyebaran paham radikalisme ada di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, pemerintah, polri dan TNI, tetap menguatkan unsur tiga pilar, yaitu Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Lurah, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

"Untuk itu kerja sama yang baik antar kita tiga pilar ini untuk menekan bagaimana radikalisme tidak tersebar atau menjadi lebih besar lagi," kata Dedi.

Salah satu langkahnya, sambung Dedi, para unsur tiga pilar ini wajib berkomunikasi dengan masyarakat. Terutama para tokoh-tokoh seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar wilayahnya. Edukasi tentang pentingnya kesatuan NKRI dan Pancasila perlu disebarkan untuk mencegah paham radikalisme meluas.

"Kita bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis ulama dan sebagainya untuk menekan hal tersebut. Bukan tugas polisi saja saya kira, stakeholder yang lain juga sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi bagaimana cara menanggulangi dan mencegah dan sebagainya," ucap Dedi.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, meminta agar komunikasi antara unsur pemerintah, TNI-Polisi dengan masyarakat lebih ditingkatkan untuk mencegah paham radikalisme.

"Intinya ke depan tadi bagaimana kita membangun komunikasi masalah itu (radikalisme) timbul karena kurangnya komunikasi. Mudah-mudahan sinergitas tiga pilar ini dilanjutkan dengan komunikasi semua komponen masyarakat untuk sedini mungkin mendeteksi kalau memang ada hal-hal yang rawan terhadap radikalisme atau apapun," Yana.

(IDM)